masukkan script iklan disini
AmanahNegeriku.com,- "Jika melihat sejarah bangsa kita, sepertinya tidak sulit bagi kita yang merupakan keturunan dari para Batara-batara agung (leluhur-leluhur terpilih, red), untuk segera memulai dialog yang lebih terbuka dan konstruktif bagi kemajuan bangsa Indonesia”.
Demikian dikatakan oleh pemerhati lingkungan, Andi Supriadi kepada media saat menanggapi kabar adanya daerah yang mengajukan tuntutan referendum, di sela-sela rangkaian Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Juang Sukabumi, Sabtu (3/6/2019).
Menurut pria kelahiran Sukabumi ini, tidaklah ada masalah yang tak ada jalan penyelesaiannya jika mau membangun komunikasi dan dialog yang konstruktif.
"Tuntunan ynag dicetuskan para pendiri bangsa berupa Pancasila, saya kira sudah cukup sebagai solusi atas semua persoalan yang tengah menerpa bangsa kita. Hanya saja Pancasila harus kita jadikan sebagai kata kerja, bukan hanya sebatas kata-kata," cetusnya.
Pancasila digali dari nilai-nilai luhur bangsa Indonesia, perumusannya melalui proses mekanisme olah verbal dan psikis yang tidak sembarangan dan serampangan. Di dalamnya sarat makna filosofi yang elegant, supel sehingga cocok untuk segala jaman.
Masih menurut Andi, masih banyak hal penting yang harus segera Indonesia kerjakan. "Masih banyak orang yang menanti kepastian jaminan hidup masa depan, tidak sedikit diantara kita yang belum menuntaskan pendidikan-pendidikannya, tidak kurang yang masih alami kesulitan dapatkan perumahan dan penghidupan yang layak dan orang-orang sakit yang harus segera ditangani" Ujarnya.
"Dalam percaturan politik dunia, sepertinya kita sepakat bahwa masih banyak kalangan yang memerlukan peranan bangsa Indonesia, dalam menghapuskan penjajahan, meniadakan penindasan suatu bangsa atas bangsa lain, menata peradaban serra menciptakan perdamaian dunia. Oleh sebab itu, kita harus segera terlebih dahulu mengakhiri segala kegaduhan dan konflik yang ada pada bangsa ini". Imbuhnya lebih lanjut.
Terakhir, Andi mengajak semua pihak dapat melihat secara jernih, setiap persoalan yang tengah terjadi.


